Cibinong – MAN 1 Bogor menunjukkan penerapan nilai moderasi beragama melalui kegiatan dzikir Sayyidul Istighfar bagi siswi yang sedang berhalangan ibadah salat pada Rabu (07/01). Bertempat di area lapangan madrasah, para siswi tersebut tetap aktif mengikuti rangkaian pembiasaan pagi bersama seluruh civitas akademika lainnya. Langkah ini diambil agar seluruh peserta didik, tanpa terkecuali, tetap mendapatkan siraman rohani dan penguatan karakter setiap pagi.
Koordinator Pembiasaan Pagi, Hj. Nahlah, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar tidak ada siswi yang merasa terpinggirkan saat rekan lainnya melaksanakan salat duha. Sambil menunggu rekan mereka selesai salat, para siswi yang berhalangan ini dibimbing untuk melafalkan dzikir terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Hal ini terbukti efektif dalam menjaga ketertiban dan kekhusyukan lingkungan madrasah secara menyeluruh.
Kepala MAN 1 Bogor, Hj. Dian Kardinah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bercermin pada visi Kementerian Agama yang moderat dan kokoh dalam ajaran. Beliau menekankan pentingnya fleksibilitas dalam beribadah tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar agama yang luhur. “Kami mengedepankan akhlak antarsesama dengan memberikan ruang bagi seluruh siswi untuk terus berdzikir dalam kondisi apa pun,” ungkap Dian.
Inovasi pembiasaan pagi ini sekaligus mengangkat citra madrasah sebagai lembaga yang inklusif dan peka terhadap kebutuhan siswanya. Dengan tetap melibatkan siswi yang berhalangan dalam kegiatan dzikir, madrasah berhasil menanamkan kedisiplinan spiritual yang berkelanjutan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama di madrasah bersifat dinamis namun tetap berpegang teguh pada syariat.
Rangkaian pembiasaan pagi ditutup dengan doa bersama yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru dengan penuh khidmat. Setelah kegiatan usai, para siswi segera bergabung kembali ke kelas masing-masing untuk memulai aktivitas akademik dengan penuh semangat. Melalui praktik ini, MAN 1 Bogor konsisten mencetak generasi yang cerdas secara emosional dan memiliki kematangan dalam bersikap.
